Daya Tarik Baru, Hidden Gems di Kayutangan Heritage
Malangtrend.com, Malang – Kampung Kayutangan masih memiliki ‘hidden gems’ dengan daya tarik tersendiri. Yaitu Pasar Krempyeng atau Pasar Talun yang ada di tengah tengah perkampungan Kayutangan. Dengan sedikit sentuhan dekorasi khas gaya anak muda dan dihadirkannya kuliner kekinian, Pasar Talun berhasil menarik banyak pengunjung.
Hal itu terbukti ketika digelarnya Festival Pasar Kampung Rasa di Jantung Hati Kayutangan di Pasar Talun yang dibuka sejak 28 November lalu. Total ada 25 stand UMKM kuliner menjadi daya tarik di Pasar Talun.
“Estimasi pengunjung di hari-hari pertama kemarin bisa sekitar 500 sampai 1.000 pengunjung per hari. UMKM-nya ini dari warga RW 1 dan sebagian mengajak kolaborasi warga luar juga,” terang Raydava Rahmatullah, Ketua Karang Taruna RW 1 Kelurahan Kauman Kayutangan, penyelenggara kegiatan tersebut.
Dijelaskan Dava, sapaan akrabnya, digelarnya festival tersebut lantaran adanya keluhan warga yang menilai Pasar Talun makin sepi. Padahal pasar tradisional itu terletak di jantung destinasi wisata yang notabene saat ini tengah ‘booming.’
Dengan ramainya Kayutangan, mestinya sedikit banyak bisa berdampak positif terhadap keberlangsungan pasar tersebut. Melihat potensi itu, Dava pun berinisiatif membuat konsep kegiatan yang bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk mampir di Pasar Talun. Ia bersyukur, kegiatan itu juga didukung oleh pemerintah.
“Kami sebagai warga sini berusaha menghidupkan warga lokal. Sayang kalau tidak dikelola dengan baik. Harapan saya sih sebenarnya untuk memutar perekonomian warga saja,” tambah dia.
Selama ini, di Pasar Talun saat pagi hari digunakan untuk berjualan sejumlah pedagang seperti berjualan ikan dan sayur. Sedangkan di malam hari, digunakan oleh segelintir warga untuk berjualan kuliner seadanya. Selebihnya, pada siang dan sore hari, belum dimaksimalkan untuk kegiatan apapun.
Menyikapi potensi itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut merasakan festival tersebut, Minggu (30/11) kemarin, menyampaikan Pasar Talun akan dilakukan penataan tempatnya agar lebih baik. Pihaknya akan meminta bantuan untuk melakukan desain ulang agar tempatnya bisa menunjang keberadaan Kayutangan Heritage.
Wahyu menyebut, lokasi Pasar Talun ini tempatnya sudah sangat strategis dan dekat dengan destinasi mana pun di Kayutangan. Ia berharap saat pembuatan desainnya nanti ada keikutsertaan masyarakat.
“Ada beberapa opsi, misalnya nanti bawah untuk jualan, sedangkan di atasnya bisa untuk tempat makan. Atau nanti tempat makannya bisa di rumah rumah warga di sekitar. Iya ada revitalisasi, tapi hanya di Pasar Talun,” ungkap Wahyu.
Disampaikan Wahyu, keberadaan dan potensi Pasar Talun sudah disadarinya sejak ia menjabat Pj Wali Kota Malang tahun lalu. Ia sempat mengunjungi pasar tersebut dan memang merasakan ada potensi yang masih bisa digali di lokasi tersebut.
Di tengah kondisi kampung yang makin meningkat perekonomiannya, ia tidak ingin pasar tersebut mati sementara banyak bermunculan kuliner di dalam kampung. Tingginya animo wisatawan ke Kayutangan juga harus dirasakan oleh warga dan pedagang di pasar tersebut.
“Kayutangan ini sudah menjadi viral tidak hanya tingkat lokal, tapi nasional dan internasional. Di koridor luar sana, satu bulan 40 ribu pengunjungnya. Dulu hanya 25 UMKM di dalam kampung, sekarang 250 UMKM di Kayutangan,” sebut Wahyu.
Jika nanti wacana revitalisasi bisa terwujud, ia ingin kegiatan seperti Festival Pasar Kampung Rasa di Jantung Hati Kayutangan bisa dilanjutkan secara reguler. Sehingga Pasar Talun bisa kembali hidup dan bangkit seperti dulu sangat dikenal dan cukup legendaris.
Pihaknya pun akan berupaya dengan melibatkan banyak perangkat daerah untuk mengonsep penataan Pasar Talun tersebut. Misalnya dengan Disporapar Kota Malang untuk menghadirkan penampilan penampilan, atau dengan pihak luar seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk pembuatan desainnya nanti.
“Kalau Pasar Talun ini bisa lebih tertata maka selain memfasilitasi UMKM yang belum terfasilitasi, sekaligus bisa membangkitkan Pasar Talun. Mudah-mudahan akan menjadi daya tarik dan destinasi wisata unggulan di Kota Malang. Kami nanti akan memperkenalkan, mengajak semua OPD dan tamu tamu untuk ikut memasarkan,” tandasnya. (mpm/mtc)