Harga Cabai Rawit Tembus Rp 95 Ribu per Kilogram
Malangtrend.com – Masih tingginya harga bahan pokok terutama cabai rawit menjadi fokus tersendiri di Pemkot Malang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi menyampaikan, kenaikan harga cabai dipengaruhi karena banyak petani cabai yang belum memasuki masa panen.
Namun demikian, Slamet yakin tidak lama lagi harga cabai bisa segera stabil. Sebab masa puncak panen raya diprediksi terjadi beberapa pekan ini hingga Maret mendatang.
“Harga naik karena belum memasuki masa panen, sementara permintaan stabil bahkan cenderung meningkat. Volume produksi saat panen kami yakin meningkat sehingga diharapkan harga nanti cabai bisa stabil,” yakin Slamet dikonfirmasi Senin (9/2) kemarin.
Harga cabai di pasaran Kota Malang saat ini tergolong tinggi. Dari sebelumnya hanya berkisar Rp 50 ribu per kilogram, saat ini sudah menyentuh Rp 95 ribu per kilogram. Naiknya komoditas cabai ini dikhawatirkan masyarakat lantaran tidak lama lagi momen bulan Ramadan segera tiba dan biasanya banyak bahan pokok yang akhirnya ikut terkerek naik.
Slamet menjelaskan, di Kota Malang sendiri sentra produsen cabai sebenarnya masih cukup produktif memenuhi kebutuhan pasar. Yakni di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Lowokwaru, tepatnya di Kelurahan Merjosari.
“Produsen cabai di Kota Malang ini rata-rata ada di lahan tadah hujan sehingga pola tanam dan hasil produksinya dipengaruhi musim hujan. Biasanya petani menanam ketika curah hujan meningkat di akhir tahun, lalu sekitar Februari, Maret, April bisa panen,” sebut Slamet.
“Sehingga puncak panen cabai diperkirakan Maret nanti. Baik di wilayah Kota Malang maupun daerah lain,” tegas dia.
Kendati begitu, penanganan untuk saat ini, Slamet menyampaikan Pemkot Malang tetap melakukan upaya intervensi agar tidak terjadi inflasi yang tidak terkendali. Yakni melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah lain penghasil cabai.
“Upaya kami saat ini mengkomunikasikan dengan daerah lain penghasil cabai. Seperti misalnya Lumajang dan Jember,” tutupnya. (ian/aim/mtc)