Malangtrend.com – Sebulan pascapenemuan dua jasad janin bayi di saluran pembuangan sebuah apartemen di kawasan Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pelaku pembuangan masih belum terungkap.
Hingga Rabu (4/3), penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota terus mengumpulkan informasi untuk mengurai kasus tersebut. Sebelumnya diberitakan, dua jasad janin ditemukan pada 2 Februari 2026 di bak penampungan septic tank area lantai LG apartemen. Penyelidikan kini difokuskan pada tamu-tamu yang melakukan check-in mendekati waktu kejadian, terutama mereka yang datang dan pergi secara tergesa-gesa.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, mengakui proses pengungkapan perkara ini tidak mudah. Sistem hunian apartemen yang melayani sewa harian maupun bulanan membuat mobilitas penghuni sangat tinggi.
“Kendalanya mobilitas apartemen itu cepat. Bukan hanya tamu bulanan, tapi juga ada tamu harian,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Analisis CCTV dan Telusuri Saluran Pembuangan
Penanganan kasus tidak hanya dilakukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), tetapi juga melibatkan tim operasional (opsnal) Satreskrim. Polisi masih menganalisis rekaman CCTV di sejumlah titik apartemen untuk mencari petunjuk.
“Analisis CCTV masih berlangsung. Semua kamar arahnya terhubung ke saluran pembuangan tempat jasad ditemukan,” jelas Khusnul.
Saluran pembuangan tersebut diketahui tersambung langsung dengan seluruh kamar apartemen. Karena itu, penyidik turut menelusuri jaringan pipa untuk memperkirakan asal jasad janin tersebut.
Sejauh ini, polisi baru memeriksa tiga orang dari pihak manajemen apartemen sebagai saksi. Untuk penghuni atau tamu, penyidik masih mendalami data sebelum menentukan langkah lanjutan.
Berdasarkan hasil visum sementara, dua janin tersebut diperkirakan berusia sekitar empat bulan dan enam bulan dalam kandungan. Penyidik menduga adanya praktik aborsi, namun kepastian masih menunggu hasil otopsi resmi.
“Untuk penghuni belum ada rencana pemanggilan,” tambahnya.
“Masih visum sementara. Hasil otopsi belum keluar,” pungkas Khusnul. Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku pembuangan dua janin di apartemen Tlogomas tersebut berhasil diungkap. (rex/aim)