Malangtrend.com – Revitalisasi Alun Alun Merdeka sudah berlansung selama dua bulan, sejak mulai digarap pada Oktober lalu. Memasuki akhir tahun, progres revitalisasi taman ikonik di Kota Malang ini berjalan cukup positif.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang memastikan, proses pekerjaan dilakukan secepat mungkin, meski saat ini berhadapan dengan cuaca musim hujan. Ia bahkan menyebut progres pekerjaannya masih sesuai dengan target.
“Secara umum, progres yang saya lihat sudah bagus dan sesuai dengan timeline pekerjaan yang dilakukan. Untuk persisnya berapa persen, saya belum mendapat laporan lagi. Tapi yang jelas terlihat sesuai dengan perencanaan,” terang Raymond, Selasa (9/12).
Disampaikan Raymond, sejumlah pekerjaan seperti pembongkaran lantai paving seperti di area tengah Alun Alun, sudah selesai dilakukan. Saat ini bahkan konstruksi untuk penempatan dry fountain atau air mancur dengan konsep baru, sudah siap. Tinggal menyusun dan melengkapi paving yang ada.
“Untuk air mancurnya itu kan dalam bentuk jadi. Sehingga nanti bisa langsung dipasang. Yang pasti tempat untuk air mancurnya sudah mulai siap,” sebut Raymond.
Selain tempat untuk air mancur, Raymond menyebut lokasi untuk dipasangnya fasilitas Playground juga sudah siap. Sehingga dalam waktu dekat, fasilitas itu akan segera dipasang.
“Barangnya akan datang hari hari ini, jadi tidak terlalu lama itu akan segera dipasang,” tambahnya.
Selama proses revitalisasi, sekeliling area Alun Alun Merdeka ditutup dengan kain banner selama sekitar tiga hingga bulan. Revitalisasi yang dilakukan dengan kerja sama CSR Bank Jatim senilai sekitar Rp 5 Miliar ini fokusnya yakni perbaikan air mancur yang berganti konsep menjadi dry fountain atau air mancur tanpa kolam. Selain itu juga meliputi perbaikan fasilitas area playground atau area bermain yang baru.
Ditargetkan, revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut bisa segera rampung pada akhir Januari mendatang.
“Berdasarkan rapat terakhir dengan Bank Jatim, perkiraan selesai itu 26 Januari. Memang kami tidak mengharuskan selesai di Desember. Karena ini bukan menggunakan APBD tapi memanfaatkan dana CSR. Yang pasti, revitalisasi ini untuk memberi ruang terbuka yang nyaman dan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya. (ian/jon)