Malangtrend.com – Memasuki puncak musim liburan, Atria Hotel Malang menghadirkan wajah baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para tamu. Transformasi New Look yang diluncurkan awal Desember ini hadir pada momen yang tepat.
Dengan suasana yang lebih hangat, modern, dan elegan, Atria Hotel Malang menyambut pergantian tahun dengan konsep segar dan energi baru.
General Manager Atria Hotel Malang, Ibnu Darmawan menegaskan New Look Atria Hotel Malang bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan transformasi menyeluruh yang dirancang untuk menghadirkan suasana lebih hangat, personal, dan berkarakter.
“Mulai dari kamar bernuansa Jawa, pengalaman bersantap di Legen Restaurant, hingga dekorasi Natal dan Tahun Baru yang dipersiapkan dengan cermat, semuanya ditujukan agar setiap tamu dapat membawa pulang cerita dan pengalaman yang berkesan,” papar Ibnu.
Dengan wajah baru yang menyambut para tamu, New Look Atria Hotel Malang hadir memberikan pengalaman baru bagi para tamu. Dari lobi yang hangat, kamar yang lebih nyaman, hingga Legen Restaurant yang kini menjadi pusat pengalaman bersantap dengan suasana khas Jawa.
Atria Hotel Malang memberikan pengalaman istimewa bagi para tamu untuk dituangkan dalam cerita kepada sanak saudara dan kerabat.
Transformasi Atria Hotel Malang terasa jelas mulai dari lobi hingga kamar tidur. Pencahayaan ruangan yang lebih nyaman dan elegan, penggunaan material berkelas, serta desain interior yang disesuaikan dengan kebutuhan tamu, menghadirkan pengalaman menginap yang lebih hangat dan berkesan.
“Sentuhan dekorasi Natal menambah suasana hangat yang siap menyambut kedatangan tamu yang berlibur di akhir tahun,” tambah Ibnu.
Ia menambahkan salah satu fasilitas hotel yang mengalami transformasi total adalah Legen Restaurant. Mengusung konsep elegan dengan nuansa Jawa yang kental. Ornamen kayu, detail ukiran, dan palet warna bumi menghadirkan suasana yang hangat dan nyaman. Resto ini menyajikan beragam menu Nusantara yang otentik, lezat, dan memikat selera.
Pada momen liburan kali ini, Legen Restaurant akan menyajikan hidangan khas Natal yang dipadukan dengan sentuhan lokal untuk pertama kalinya sejak menjalani transformasi total. Perayaan ini menjadi pengalaman kuliner sekaligus wujud akulturasi budaya barat dan Jawa, yang tercermin melalui cita rasa hidangan, alunan musik, serta suasana restoran bernuansa Jawa yang teduh.
“Legen hadir sebagai pengalaman baru bagi para tamu untuk merayakan Natal secara lebih intim, elegan, dan berkesan,” tegas Ibnu.
Memasuki akhir tahun, Atria Hotel Malang mencatat pemesanan yang terus meningkat. Dengan periode liburan Natal dan Tahun baru dimulai lebih awal, yakni 22 Desember hingga 4 Januari, lebih tinggi dibandingkan kunjungan reguler.
Momentum ini diperkirakan akan mendorong tingkat okupansi hotel, baik kamar dan F&B, yang sebagian besar berasal dari wisatawan keluarga lokal dan leisure travelers, segmen yang menjadi pendukung pariwisata Malang. Tren dua hingga tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa periode Natal dan Tahun Baru selalu mencatat kinerja tertinggi bagi Atria Hotel Malang. Menjelang libur akhir tahun periode ini peningkatan mulai terasa dibandingkan hari biasa, demikian juga layanan restoran dan kuliner mengalami peningkatan terutama didorong oleh tingginya aktivitas makan Bersama keluarga, jamuan hari raya, hingga minat tamu untuk menikmati hidangan khas musiman. (ica/*/van)