Pekerjaan Drainase Soehat
MALANGTREND.COM – Kemacetan yang terjadi belakangan ini di Jalan Soekarno Hatta (Soehat) berpotensi bakal lebih meningkat dalam waktu dekat ini. Sebab, pengerjaan drainase yang menjadi faktor penyebab kemacetan itu ada kemungkinan bakal dikebut dalam waktu dekat ini dengan digarap pada siang hari.
Sebagai antisipasi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pihaknya berencana untuk segera berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait. Yaitu untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengurai kemacetan. Tidak hanya dengan kepolisian, tapi juga dengan Pemprov Jatim sebagai penanggung jawab proyek tersebut.
“Kalau drainase dikerjakan siang, memang ya bisa saja (makin macet). Kami perlu koordinasi, istilahnya iya, meminta bantuan dari provinsi. Bagaimana pun itu kewenangannya ada di provinsi, tapi tentu kami pun akan support,” tegas Jaya, sapaannya, Selasa (7/10).
Sampai saat ini, belum ada skema pengaturan lalu lintas seperti apa yang bakal digunakan. Namun, sebelumnya Jaya telah menyampaikan dalam jam-jam tertentu pihaknya menurunkan personelnya untuk membantu mengurai kemacetan.
“Mau tidak mau, ya harus dilakukan pengaturan. Karena di lokasi itu memang daerah sibuk. Kami harus komunikasi dulu dengan provinsi,” tambah Jaya.
Pengerjaan drainase Soehat, diketahui kini telah memasuki pekan ke-15. Drainase yang digarap oleh PT. Bangun Konstruksi Persada dengan konsultan pengawas Wahana Prakarsa Utama ini menelan anggaran sebesar Rp 30,1 Miliar. Pembangunan drainase sepanjang 1,3 kilometer itu ditarget selesai pada Desember nanti.
Mengingat deadline yang tinggal dua bulan lagi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga telah meninjau langsung progres pengerjaan drainase yang dibangun mulai dari sisi selatan, atau depan kampus Polineme, Senin (6/10) malam kemarin. Kunjungannya itu untuk memastikan pengerjaan drainase rampung sesuai target karena bulan Desember banyak momen penting seperti libur panjang, Natal dan tahun baru.
“Saya ingin tahu secara langsung perkembangan di lapangan dan juga kendala dalam pelaksanaannya. Karena kita ketahui proyek ini ditarget akhir Desember 2025 harus tuntas. Saya berharap tidak sampai akhir tahun sudah dapat dirampungkan,” tegas dia.
Menurut Wahyu, potensi curah hujan yang tinggi saat musim hujan pada bulan-bulan ini juga harus jadi perhatian karena tentunya akan berdampak pada pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, pekerjaan drainase yang selama ini dilakukan malam hari untuk meminimalisir gangguan lalu lintas dan aktifitas masyarakat, diinformasikan turut menjadi kendala.
“Ini dari pengawas proyek menyampaikan pekerjaan yang dibatasi di jam malam (dari pukul 22.00 s/d 06.00 wib) menjadi kendala tersendiri. Mereka ingin ada kelonggaran pekerjaan di siang hari,” sebut Wahyu usai berkomunikasi dengan pengawas proyek.
Berdasarkan laporan dari pengawas, pekerjaan drainase Soehat ini baru mencapai progres 14 persen. Hal ini dikarenakan, selama ini masih dilakukan oleh satu tim. Setelah ini akan dilakukan secara bersamaan untuk tiga tim. Yakni meliputi Tim Koridor Selatan (depan Polinema), Tim Koridor Tengah (depan RSUB) dan Tim Koridor Utara (depan arah pertigaan ke jalan Candi Panggung). Terkait kemungkinan dikerjakan pada siang hari, Wahyu menyebut pihaknya akan melakukan koordinasi.
“Atas hal itu saya pesan ke Kadis PUPRPKP untuk merapatkan secara teknis. Saya pesankan, kalau pun dilakukan pekerjaan di siang hari, agar memperhatikan atau menghindari hari hari puncak (padat) dan jam jam puncak (padat),” pungkas Wahyu. (ian/udi)