MALANGTREND.COM, KOTA BATU – Senyawa Malang Raya bukan hanya omon-omon belaka dalam menyelesaikan permasalahan yang tengah terjadi di berbagai sektor. Contohnya penyelesaian gangguan distribusi air dari Sumber Banyuning Kota Batu yang diselesaikan oleh Perumdam Among Tirto Kota Batu dan Tugu Tirta Kota Malang.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto Batu Achmad Yusuf mengatakan bahwa Perumdam Among Tirto Kota Batu bersama Perumda Tugu Tirta Kota Malang tengah berkolaborasi menuntaskan persoalan pipa induk berdiameter 12 inci yang selama tiga bulan terakhir menyebabkan gangguan suplai air ke sejumlah wilayah di Kota Batu dan beberapa di Kota Malang.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi atau senyawa Malang Raya, dalan hal ini Kota Batu dan Kota Malang demi menjaga layanan publik di kawasan Malang Raya. Among Tirto bersama Tugu Tirta Malang sudah tiga hari ini menangani kerusakan pipa dari jalur Sumber Banyuning, yang merupakan aset milik Kota Malang namun berlokasi di Kota Batu serta dimanfaatkan kedua belah pihak,” ujar Yusuf kepada MALANGTREND.COM, Rabu (29/10) kemarin.
Dalam perbaikan pipa utama tersebut, Tugu Tirta memberikan dukungan penuh dengan menurunkan tim teknis lengkap dengan peralatan yang belum dimiliki Among Tirto. Bahkan dalam penganggaran Tugu Tirta juga sharing biaya.
Sinergi tersebut perlu dilakukan karena dampak kerusakan pipa dirasakan di beberapa wilayah Batu. Seperti Beji, Temas, Mojorejo, Pendem, Sekarputih, dan sekitarnya. Begitu juga sebagian Kota Malang. “Namun dalam pelaksanaannya ada kendala cuaca hujan. Sehingga pekerjaan perbaikan harus berhenti karena lokasi pipa berada di sungai Brantas. Dikhawatirkan terjadi banjir dan membahayakan nyawa pekerja,” imbuhnya.
Meski begitu, sore (29/10) kemarin pengerjaan selesai dilakukan. Gendon sapaan akrabnya mengharap masyarakat yang terdampak dapat memahami situasi ini dan terus mendukung agar proses perbaikan berjalan lancar. Dengan selesainya pekerjaan, distribusi air di sebagian wilayah dua kota kembali normal secara bertahap dan masyarakat dapat menikmati layanan air bersih tanpa gangguan.
“Menunggu normal kembali, kami juga menyiagakan dua unit pikap dan tangki air untuk suplai ke daerah yang sulit dijangkau, serta tandon portable di sejumlah titik yang ditentukan bersama masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkan Kasi Hublang Perumdam Among Tirto Ikhwan Hadi membeberkan bahwa kerusakan terjadi pada pipa 12 inci yang melintas di bawah bantaran Sungai Brantas sedalam tujuh meter. Letaknya yang sulit dijangkau membuat proses perbaikan memerlukan waktu lebih lama.
“Kerusakan pipa ini menyebabkan penurunan debit hingga 10 liter per detik, sehingga tekanan air di beberapa wilayah menurun drastis. Namun setelah dilakukan penyuntikan dan pengelasan ulang, tekanan air mulai pulih. Pipa yang rusak merupakan pipa lama sehingga ke depan akan diganti dengan jalur baru agar lebih aman dan efisien,” terangnya.
Dengan permasalahan itu, ke depan pihaknya akan membuat pipa baru. Pasalnya biaya perbaikan lebih besar dari pengadaan pipa baru.
Sementara itu Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo menegaskan bahwa kolaborasi dengan Perumdam Among Tirto Batu dalam pembenahan pipa 12 di Banyuning merupakan wujud nyata sinergi antarwilayah di Malang Raya demi keberlanjutan pelayanan air bersih.
“Kerja sama ini menunjukkan semangat sinergi Malang Raya. Kami tidak hanya memperbaiki pipa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar daerah agar masyarakat Batu dan Malang sama-sama terjamin haknya atas air bersih. Tugu Tirta siap mendukung penuh dengan tenaga, peralatan, dan pengalaman teknis demi kepentingan masyarakat luas,” pungkas Bogang sapaan akrabnya.(eri/lim)