Malangtrend.com Semangat kompetisi memuncak di SMK PGRI 3 Malang (Skariga) melalui perhelatan Skarigavaganza 9. Ajang bergengsi yang berlangsung sejak 13 hingga 30 Januari 2026 ini berhasil menyedot perhatian 1.380 siswa SMP/MTs dari seluruh penjuru Malang Raya untuk beradu bakat dan nyali.
Tahun ini, Skarigavaganza fokus memanaskan arena olahraga melalui tiga cabang utama: Esports Mobile Legends, Basket, dan Futsal. Kepala SMK PGRI 3 Malang M. Lukman Hakim, ST., MM. menegaskan bahwa ajang rutin ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan jembatan bagi generasi muda untuk meraih mimpi.
”Sesuai komitmen kami, mereka yang berpotensi akan kami orbitkan menjadi juara di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Lukman dengan optimis.
Tingginya antusiasme peserta yang mencapai ribuan orang menjadi bukti kuat besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Skariga. Lukman menambahkan, melalui ajang ini, sekolah ingin menularkan “DNA kompetisi” yang selama ini menjadi identitas SMK PGRI 3 Malang kepada para siswa SMP/MTs.
Tak tanggung-tanggung, para pemenang dianugerahi apresiasi tinggi berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan jutaan rupiah. Istimewanya, piala yang diperebutkan mencakup piala tetap dan piala bergilir dari instansi prestisius. Mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga Kepala Cabang Dinas Wilayah Kota Malang dan Batu.
Meski tahun ini didominasi cabang olahraga, Skarigavaganza dikenal sebagai wadah inklusif yang juga mengapresiasi bidang akademik dan seni budaya secara bergantian setiap tahunnya. “Harapannya, semua potensi siswa, baik akademik maupun non-akademik, dapat kami wadahi sepenuhnya,” tambah Lukman.
Sebagai sekolah unggulan yang menjadi langganan medali emas di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional, SMK PGRI 3 Malang berharap para jawara Skarigavaganza nantinya dapat bergabung dan terus mengasah potensi mereka di bawah naungan disiplin dan budaya juara yang kuat.
Memasuki tahun kesembilan, Skarigavaganza tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan peminat. Sebaliknya, kepercayaan publik justru semakin menguat. Kepala SMK PGRI 3 Malang M. Lukman Hakim, ST., MM., mengungkapkan bahwa konsistensi adalah kunci utama mengapa ajang ini selalu dinanti.
”Terkait dengan apa yang kami lakukan ini, memang masyarakat melihat ada sesuatu yang berbeda di Skariga. Kami tidak hanya menggelar lomba, tapi membangun ekosistem prestasi,” ujar Lukman di sela-sela memantau jalannya pertandingan.
Menurutnya, lonjakan peserta yang mencapai ribuan orang ini menjadi indikator bahwa sekolah-sekolah di Malang Raya membutuhkan wadah kompetisi yang dikelola secara profesional dan transparan. Lebih dari sekadar mengejar trofi, Skarigavaganza adalah proses “scouting” atau pencarian bakat.
Lukman menegaskan bahwa komitmen sekolah terhadap para pemenang tidak berhenti saat seremoni penyerahan piala berakhir. “Kami memiliki komitmen besar. Mereka yang memiliki potensi luar biasa di ajang ini akan kami orbitkan. Kami siapkan jalan agar mereka bisa menjadi juara di level nasional hingga internasional,” pungkasnya. (imm/adv/lim/mtc)