Malangtrend.com – Transportasi publik yang telah lama dinantikan masyarakat Malang Raya, Trans Jatim koridor Malang Raya, resmi diluncurkan Kamis (20/11) hari ini. Menjelang peluncuran, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh persiapan selesai, mulai dari pemasangan rambu-rambu hingga pembangunan shelter di sepanjang koridor layanan. Ada 62 koridor baik rambu dan shelter yang disediakan untuk naik dan turun penumpang.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Angkutan Jalan sekaligus Tim Teknis Dishub Jatim, Ardinanta Nurjatmiko, mengatakan uji coba terakhir telah dilaksanakan pada Rabu (19/11) kemarin. Hari ini launching akan dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Balai Kota Malang.
“Uji coba hari ini (kemarin, red) ini yang terakhir. Mulainya dari Terminal Hamid Rusdi sampai Terminal Batu. Lalu persiapan terakhir, pemasangan rambu serta shelter, untuk launching 20 November besok (hari ini, red),” terang Ardin.
Ia memastikan seluruh aspek telah siap digunakan masyarakat. Dengan selesainya pemasangan rambu dan shelter, masyarakat dapat menaikkan atau menurunkan penumpang hanya di titik-titik resmi yang telah ditetapkan.
Total terdapat 62 titik henti di koridor ini. Terdiri dari 37 rambu, 12 di Kota Batu serta 25 di Kabupaten dan Kota Malang dan 25 shelter yang tersebar di Kota Batu (12 titik) serta Kabupaten/Kota Malang (13 titik).
“Di luar titik rambu dan shelter, bus Trans Jatim tidak bisa berhenti dan menaikkan atau menurunkan penumpang,” tegas Ardin.
Di tahap awal, personel Dishub juga disiagakan di sejumlah titik untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat.
Dari Terminal Hamid Rusdi, bus melaju melalui Jalan Mayjend Sungkono, Ki Ageng Gribig, Terminal Madyopuro, Danau Toba, M. Wiyono, Trunojoyo, Balai Kota Malang, Majapahit, Basuki Rahmat (Kayutangan), Semeru, Arjuno, Kawi, Ijen, Bandung–Veteran, Sumbersari, MT Haryono, hingga Terminal Landungsari.
Dari Landungsari, perjalanan diteruskan ke Raya Sengkaling, Sidomakmur Dau, Sumbersekar, Diponegoro, Raya Junrejo, Raya Tlekung, Oro-Oro Ombo (BNS–Jatim Park 2), Agus Salim, Imam Bonjol, Pattimura, dan berakhir di Terminal Batu.
Masyarakat dapat memantau posisi bus serta memesan tiket melalui aplikasi Trans Jatim. Sistem pembayaran tersedia secara tunai maupun nontunai, termasuk melalui GoPay, ShopeePay, hingga kerja sama khusus dengan AstraPay.
“Masyarakat bisa menyesuaikan dengan metode pembayaran yang disukai atau dimiliki,” ujar Ardin.
Setiap bus berkapasitas 35 penumpang (20 duduk, 15 berdiri), dilengkapi seorang sopir dan pramugara. Barang bawaan dibatasi maksimal 50 cm x 50 cm. Interval kedatangan bus diperkirakan cukup rapat.
“Kami kemarin mengkalkulasi, untuk di jam-jam sibuk itu kami upayakan lebih cepat. Ya sekitar tiap 10 menit. Kalau jam normal sekitar 15 menit,” pungkasnya. (ian/aim/mtc)