Malangtrend.com – Ramadan 1447 H, Hotel Tugu Malang menghadirkan perjalanan kuliner ‘The Spice Route of Indonesian Iftar’ di Melati Restaurant dan Saigonsan Garden Café by Kawisari.
Ini spesial karena atmosfer heritage yang sarat koleksi seni dan kisah sejarah yang ditawarkan dalam momen berbuka puasa di sini.
Media Relation Hotel Tugu Malang Budi Sesario menjelaskan, konsep The Spice Route of Indonesian Iftar terinspirasi dari sejarah.
“Menghadirkan menu yang menelusuri jejak rempah sekaligus merayakan warisan budaya dalam satu rangkaian berbuka,” tegas Rio sapaannya kepada Malang Posco Media kemarin.
Setiap tamu diawali dengan Complimentary Cascara Ginger Hot Tea, terinspirasi dari jejak perdagangan kopi dan rempah yang pernah menghubungkan Jawa dengan dunia.
Jejak Rempah di Dalam Kurma menghadirkan premium medjool dates sebagai simbol keramahan jalur dagang Timur Tengah, berpadu kacang mete dan kayu manis yang dahulu menjadi komoditas berharga Nusantara. Lalu, Kunyit Asam Kalamansi serta ragam kolak tradisional merefleksikan dapur Jawa yang kaya santan dan gula aren sebagai warisan rasa turun-temurun.
Ada lagi Gohu Ikan Ternate membawa ingatan pada Maluku, tanah rempah yang pernah diperebutkan bangsa-bangsa Eropa. Ketan Bara Sungai dan Udang Goreng Asam Paya menghadirkan kisah pedalaman Kalimantan dengan tradisi asap dan asam liar yang khas. Ayam Rempah Jalur Pesisir, Asinan Rempah Dua Tanah, Truffle Soto of Batavia, dan Gulai Kambing Padang menuturkan pertemuan budaya pesisir dari Batavia hingga Ranah Minang.
Tak kalah nikmat, Short Ribs Rendang Padang mencerminkan kearifan Minangkabau dalam meracik rempah untuk perjalanan panjang para perantau. Sate Maranggi, Mie Aceh, Bebek Betutu, dan Papua Dancing Fish menggambarkan warna wilayah Priangan, pengaruh Timur Tengah di Aceh, hingga kekayaan Bali dan Papua dalam satu meja. Nasi Kebuli Baba Hussain dan Nasi Uduk Tugu Batavia mempertemukan jejak Arab, Peranakan, dan Betawi sebagai miniatur sejarah Nusantara.
“Sebagai penutup, Bulan di Hulu & Hilir melambangkan perjalanan rempah dari hulu ke hilir dalam paduan ketan hitam, kelapa, dan kecombrang. Pudding Gula Aren dengan es krim kelapa muda mengingatkan pada kejayaan komoditas tropis yang membentuk identitas kuliner Indonesia,” pungkas Rio. (ica/van/mtc)