Malangtrend.com – Paulus Oliver Yoesoef tidak hanya notaris, dan pebisnis saja. Kini dia juga mulai terkenal karena video-video-nya dalam bentuk vlog. Lebih pada vlogging untuk review makanan yang ia coba.
“Saya ini memang dasarnya suka makan dan kuliner. Dan memang suka belajar hal baru seperti buat konten dan vlog. Jadi pas saya makan dimana, saya video kan, edit-edit sendiri belajar buat konten lalu saya posting di sosial media,” jelas Paulus.
Dari situ ia juga tidak menyangka banyak komentar positif dan beberapa postingan yang mendapatkan view yang besar. Baik di Instagramnya maupun akun Tiktok miliknya.
Sampai kemudian ia mendapatkan tawaran-tawaran me-review lokasi kuliner mulai dari rumah makan, resto, kafe maupun yang hanya berjualan di pinggir jalan. Berawal dari teman-teman pebisnisnya sendiri sampai pada yang masyarakat yang punya usaha.
“Ya saya dasarnya hanya hobi saja, lari pagi terus keliling cari makan dan bikin videonya deh. Jadi bukan yang profesional bikin konten. Jadi akhirnya kalau ada tawaran, asal saya bisa saya kesana dan bikin videonya saja, dan saya gak minta bayaran sama sekali. No fee, ya karena hobi saya,” jelas Paulus.
Dia mengatakan hobinya ini sudah ditekuni sekitar 5 tahun lamanya, dan kini semakin ia tetuni karena memang senang. Mencoba hal baru sambil belajar dunia media sosial, menurutnya sangat menyenangkan. Selintas bisa menghilangkan penat keseharian bekerja.
Paulus pun masih terus aktif dalam dunia lari sebagai salah satu hobinya. Dia menjadi satu-satunya warga Kota Malang yang bisa mengumpulkan enam Medali World Marathon Major. Yakni di Tokyo, Boston, Berlin, Chicago, London, dan New York.
“Mei ini saya akan ke Capetown (Afrika Selatan) ikutan World Marathon Major lagi,” katanya. (ica/van/mtc)