MALANGTREND.ID – Buat kamu yang sudah punya rencana healing ke Bromo lewat jalur Malang, siap-siap ubah itinerary dulu. Kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Blok Bantengan sejak Senin (3/8) sore hingga Selasa (4/8) masih belum sepenuhnya padam.
Imbasnya, akses wisata Bromo melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula resmi ditutup sementara. Penutupan ini otomatis bikin perjalanan wisatawan, khususnya yang menggunakan jip dari Tumpang, harus memutar lewat Pasuruan dengan durasi perjalanan yang jauh lebih lama.
Sementara itu, proses pemadaman masih terus dikebut. Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, PPGST, Saver, BPBD Probolinggo hingga warga sekitar masih berjibaku menjinakkan api yang masih muncul di beberapa titik.
“Masih ada titik api yang belum padam, mengingat kondisi medan yang curam dan terjal. Petugas gabungan terus berupaya untuk melakukan pemadaman dan pengendalian,” kata Hendra Wisantara, Ketua Tim Data, Evaluasi, dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga membuat sekat bakar dan melakukan proses mop-up atau pendinginan di area yang sudah berhasil dipadamkan agar api tidak kembali menyala.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi misteri. Balai Besar TNBTS memastikan investigasi baru akan dilakukan setelah seluruh titik api benar-benar padam.
“Indikasi penyebab kebakaran belum diketahui. Kami masih fokus ke pengendalian dan pemadaman. Nanti setelah padam, ada tim teknis yang akan melakukan investigasi,” jelas Hendra.
Kabar baiknya, kobaran api belum merembet ke wilayah Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Poncokusumo yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBTS.
“(kebakaran.red) belum memasuki wilayah Poncokusumo. Forkompimcam, TNBTS, dan masyarakat lagi berupaya agar tidak menyebar ke wilayah Poncokusumo dan segera bisa dipadamkan,” ujar Camat Poncokusumo, Didik Agus Mulyono.
Jalur Malang Ditutup, Masuk Bromo Lewat Mana?
Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan sementara tiga pintu masuk wisata Bromo, yakni Jemplang, Coban Trisula (Malang), dan Senduro (Lumajang).
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kebijakan ini diambil demi mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.
“Maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula (Malang), dan Senduro (Lumajang) ditutup untuk pengunjung,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Penutupan berlaku mulai Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
Meski begitu, wisatawan masih bisa masuk ke kawasan Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan). Namun, kunjungan hanya diperbolehkan sampai area Lautan Pasir. Sementara kawasan Savana masih ditutup.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama,” jelasnya.
Trip Sunrise Jadi Lebih Lama
Penutupan jalur Malang langsung dirasakan para pelaku wisata jip di kawasan Tumpang. Demi tetap melayani wisatawan, mereka kini harus memutar lewat Kabupaten Pasuruan sebelum menuju Penanjakan.
Sekretaris Paguyuban Jip BTS Trans 4×4 Tumpang, Wahyu Prasetyo, mengatakan durasi perjalanan yang biasanya sekitar dua jam kini bertambah menjadi sekitar tiga setengah jam.
“Wisatawan kan sunrise di Penanjakan yang masuk wilayah Pasuruan. Kalau biasanya lewat Tumpang naik Gubugklakah, Ngadas, dan langsung Bromo. Sekarang harus lewat Pasuruan, jadi waktu tempuh bertambah. Yang biasanya sekitar dua jam, sekarang bisa sampai sekitar tiga jam setengah,” urainya.
Rute yang kini dilalui armada jip dimulai dari Tumpang – Jabung – Kemiri – Nongkojajar – Kandangan – Tosari – Wonokitri, sebelum akhirnya tiba di kawasan Penanjakan.
Menurut Wahyu, perubahan jalur ini juga berdampak pada jumlah wisatawan. Banyak calon pengunjung mengira wisata Bromo dari Malang benar-benar ditutup total setelah membaca informasi yang beredar di media sosial.
“Otomatis pengunjung kami juga menurun karena yang ditutup dari akses Malang. Padahal wisatawan tetap bisa diantar dengan memutar,” tambahnya. (den/bua)





