Malangtrend.com – DPUPRPKP Kota Malang memastikan pembangunan Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara yang diagendakan mulai digarap tahun depan bakal memiliki spesifikasi yang lebih baik. Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Julhardjanto mengungkapkan, salah satunya posisi jembatan permanen itu nantinya akan ditinggikan.
Sebab, selama ini dengan ketinggian eksisting Jembatan Sonokembang, seringkali ada sampah bambu berukuran cukup besar yang tersangkut di konstruksi jembatan. Alhasil risikonya berpotensi menggerus kekuatan jembatan.
“Maka jembatan ini akan kami tinggikan, karena posisi jalannya juga kan agak tinggi,” ungkap Dandung kepada Malang Posco Media, Sabtu (22/11).
Tidak hanya ditinggikan, jembatan permanen itu juga akan dilakukan perubahan dimensinya. Terutama lebar jembatannya.
“Selama ini panjangnya 17 meter dan lebarnya 5,5 meter. Nanti lebarnya kami rencanakan total lunas jadi sembilan meter. Kanan kirinya kami beri fasilitas untuk pejalan kaki,” sebut Dandung.
Pembangunan jembatan permanen itu ditargetkan bisa mulai dikerjakan pada awal tahun mendatang. Sembari menanti pembangunan tersebut, saat ini di lokasi tersebut telah dioperasionalkan jembatan bailey yang dipinjam oleh Pemkot Malang selama delapan bulan kedepan.
“Kemarin sudah diberikan sinyal oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) anggarannya Rp 5,5 Miliar. Nanti bisa dilakukan lelang dini, sehingga awal tahun bisa segera dilakukan pekerjaan. Kami tetap berharap, pada saat lebaran, Jembatan Sonokembang yang baru sudah berfungsi,” tutup dia. (ian/nug/mtc)





