Malangtrend.id – Warga Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menggelar acara tahunan bersih desa dengan penuh sukacita Minggu (19/7) kemarin sore. Acara yang mengusung tema “Budaya Nusantara” ini berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai khas budaya.
Masyarakat tampak padat menyaksikan kirab budaya yang turut meggerakan ekonomi melalui adanya UMKM makanan dan minuman.
Ketua Panitia Bersih Desa Jedong 2026, Ide Bagus, menjelaskan kirab budaya berskala besar seperti ini diadakan secara berkala setiap dua tahun sekali, meski bersih desa sendiri rutin digelar saban tahun.
“Kalau tema khusus tahun ini adalah Budaya Nusantara. Karena kehidupan kita secara global sudah modern, budaya-budaya inilah yang ingin kami angkat kembali. Namun, tidak menutup kemungkinan para peserta tetap memadukannya dengan unsur-unsur dunia modern saat ini,” kata Ide Bagus saat ditemui di sela-sela acara.
Kirab budaya ini menempuh rute sepanjang 1,8 kilometer dari titik awal pemberangkatan hingga berakhir di Kantor Desa Jedong. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, terbukti dari partisipasi mayoritas wilayah di Desa Jedong. Dari total 10 rukun warga (RW), sebanyak delapan RW turun ke jalan untuk memeriahkan iring-iringan.
Bagus memaparkan, setiap kelompok peserta diperkirakan membawa rombongan berkisar antara 20 hingga 30 orang. Secara keseluruhan terdapat 26 kelompok peserta yang terdata dalam kirab ini.
Kemegahan acara ini tidak lepas dari matangnya persiapan yang dilakukan oleh pihak panitia dan warga desa.
Bagus mengungkapkan bahwa koordinasi awal dan pembentukan panitia sudah dicicil sejak Januari lalu, atau memakan waktu kurang lebih tujuh bulan sebelum hari pelaksanaan. Persiapan yang panjang tersebut salah satunya berfokus pada penggalangan dana.
Demi menyukseskan acara besar tanpa membebani masyarakat luas secara mendadak, pengumpulan dana dilakukan secara bertahap sejak jauh-jauh hari. Bahkan, beberapa lingkungan rukun warga sudah mulai mengumpulkan sejak beberapa tahun sebelumnya.
“Supaya anggarannya tidak memberatkan warga, persiapannya memang dilakukan selama tujuh bulan. Bahkan di tingkat lingkungan ada yang sudah mulai mengumpulkan dana dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Bagus.
Meski melibatkan kreativitas antar-RW dalam menampilkan kostum dan pertunjukan terbaiknya, Bagus menegaskan bahwa kirab budaya ini murni merupakan ajang unjuk kebudayaan, bukan sebuah perlombaan yang memperebutkan juara.
Sinergitas pertahanan sipil dan adat juga tampak kental dalam pengamanan rute kirab.
Demi memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan para peserta, pihak panitia bekerja sama secara harmonis dengan berbagai elemen keamanan di wilayah Desa Jedong, mulai dari pecalang hingga satuan perlindungan masyarakat (linmas). “Hubungan dan sinergi antar semua elemen keamanan di wilayah Desa Jedong ini memang telah terbentuk sejak lama,” pungkas Bagus. (den/van)